Ca Cervix

PENDAHULUAN

Carcinoma Cervix merupakan penyebab kematian terbanyak pada wanita, tapi pada lebih 30 tahun yang lalu, angka kematian menurun 50 % oleh karena penyebarluasan screening dengan Pap smear. Tahun 2004, ditemukan sekitar 10.500 kasus baru Carcinoma Cervix invasif, dan lebih dari 50.000 kasus Caricnoma In Situ telah terdeteksi. Sekitar 3.900 kematian terjadi karena penyakit ini, dan pada pasien – pasien tersebut, sekitar 85 % tidak pernah melakukan Pap Smear. Kanker tersebut merupakan kanker ginekologi terbanyak pada negara tidak berkembang. Penyakit tersebut umumnya terjadi pada kelompok masyarakat dengan tingkat sosialekonomi rendah, pada wanita dengan aktivitas seksual diwaktu sangat muda, dan atau berganti – ganti pasangan seksual, dan pada perokok. Transmisi venereal dari Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab etiologi yang utama. Lebih dari 66 tipe HPV telah diisolasi, dan beberapa berhubungan dengan penyakit genital. Tipe HPV yang berhubungan dengan Carcinoma Cervix adalah tipe 16, 18, 31, 45, 51 dan 53. Tipe – tipe ini juga berhubungan dengan Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Produk protein HPV – 16, protein E7, berikatan dan menginaktifkan tumor supresor gen Rb, dan protein E6 HPV – 18 mengakibatkan homologi SV40 large T antigen dan memiliki kapasitas untuk berikatan dan menginaktifkan tumor supresor gen p53. E6 dan E7 keduanya dapat sebagai penyebab transmisi sel in vitro. Ikatan dan inaktivasi inidapat menjelaskan efek karsinogenik dari virus tersebut. 1
Carcinoma cervix merupakan satu dari beberapa kanker yang cenderung terjadi pada wanita muda (usia belasan dan usia duapuluhan), jadi tidak seorang pun yang secara seksual aktif, terlalu muda untuk melakukan screening. Dan juga, risiko Ca Cervix tidak pernah berkurang, jadi tidak seorang pun terlalu tua untuk melanjutkan screening. Mengingat semua faktor risiko berdasarkan probabilitas, dan seseorang tanpa faktor risiko pun dapat menderita Ca Cervix. Screening dan deteksi awal merupakan senjata terbaik dalam menurunkan angka kematian penyakit ini.2
Pencegahan primer, tampaknya sulit untuk dikerjakan, karena sebab biologik Ca Cervix belum diketahui. Yang dapat disarankan adalah menghindari faktor eksogen/ ekstrinsik yang memberi risiko untuk mengidap Ca Cervix. Upaya pencegahan sekunder yang salah satunya melalui usapan cervicovaginal berkala dengan pengecatan Papanicolaou. 3

CARCINOMA CERVIX

Definisi
Carcinoma Cervix merupakan kanker yang berawal dari cervix, bagian terbawah dari uterus yang membuka pada bagian atas vagina.3

Gambar 1 : Carcinoma Cervix

Gambar 2 : Perbandingan cervix normal dan displasia cervix

Etiologi
Ca Cervix merupakan penyabab kanker ketiga terbanyak pada wanita. Dan sekarang sudah banyak berkurang karena Pap Smear yang rutin.3
Sebab langsung dari Ca Cervix belum diketahui. Ada bukti kuat kejadiannya mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, diantaranya yang penting : jarang ditemukan pada perawan (virgo), insidensi lebih tinggi pada mereka yang kawin daripada yang tidak kawin, terutama pada gadis yang koitus pertama (coitarche) dialami pada usia sangat muda (< 16 tahun), insidensi meningkat dnegan tingginya paritas, apalagi bila jarak persalinan terlampau dekat, mereka dari golongan social ekonomi rendah (hygiene seksual yang jelek), aktivitas seksual yang sering berganti – ganti pasangan (promiskuitas), jarang dijumpai pada masyarakat yang suaminya disunat, sering ditemukan pada wanita yang mengalami infeksi HPV tipe 16 atau 18, dan akhirnya kebiasaan merokok. 4
Ca cervix berawal pada sel di permukaan cervix. Ada dua tipe sel pada permukaan cervix : squamous dan columnar. Kebanyakan Ca Cervix berasal dari sel squamous. 3

Insidensi
Di Amerika Serikat, Ca Cervix invasif merupakan keganasan ketiga terbanyak pada wanita, setelah Carcinoma Endometrium dan Ovarium. American Cancer Society memperkirakan 13.000 kasus baru Ca Cervix invasif dapat terdiagnosa pada tahun 2002, diperhitungkan 2 % dari total kasus kanker baru pada wanita. Insidensi Carcinoma In Situ diperkirakan 4 kali Carcinoma invasif.(6
Secara luas di dunia, Carcinoma Cervix invasif merupakan penyakit keganasan genital yang paling sering terjadi pada wanita, dan menempati urutan kedua penyakit keganasan pada wanita, setelah kanker payudara. Perkiraan jumlah total kasus baru sekitar 371.200 setiap tahunnya atau 9,8 % dari semua kanker pada wanita. 5
Sekitar 190.000 kematian tiap tahun karena Carcinoma Cervix, perhitungan ini untuk 8,5 % dari semua kanker yang menyebabkan kematian pada wanita. 5

Faktor Risiko
Faktor risiko Carcinoma Cervix terdiri atas 3 :
Aktivitas seksual pada usia muda
Berganti – ganti pasangan seksual
Pasangan seksual yang memiliki banyak pasangan atau memiliki aktivitas seksual risiko tinggi
Wanita yang ibunya mendapat obat DES (Diethylstilbestrol) selama hamil pada awal tahun 1970an untuk mencegah keguguran
Penggunaan obat kontrasepsi oral jangka panjang (lebih dari 5 tahun)
Sistem immune yang menurun
Infeksi herpes gwnital atau infeksi Chlamydia kronik
Status ekonomi rendah ( sehingga tidak dapat melakukan pemeriksaan Pap smear secara regular)

Gejala Klinis
Kebanyakan, Carcinoma Cervix stadium awal tidak memperlihatkan gejala. Gejala yang dapat terlihat seperti 3 :
Vaginal discharge yang terus menerus, dapat berwarna pucat, watery, merah muda, kecoklatan, berdarah atau berbau busuk
Perdarahan vaginal yang abnormal antara periode haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause
Periode haid menjadi lebih banyak dan lebih lama daripada biasanya.
Gejala Carcinoma Cervix yang lanjut terdiri atas 3 :
Loss of Appetite
Penurunan berat badan
Pelvic pain
Back pain
Single swoolen leg (kaki bengkak sebelah)
Perdarahan yang banyak dari vagina
Perembesan urine atau faeces dari vagina
Bone fraktur

Klasifikasi Klinis
Terdapat beberapa macam klisifikasi dari carcinoma cervix, tetapi yang paling banyak dijadikan acuan adalah klasifikasi ang dibuat oleh FIGO, yaitu 6 :
Tingkat 0 : Karcinoma In Situ (KIS) atau carcinoma intraepithelial : bagian membrane basalis masih utuh
Tingkat 1 : Proses masih terbatas pada cervix uteri walaupun ada perluasan ke corpus uteri
Tingkat IA : carcinoma mikroinvasif, bila membrane basalis sudah rusak dan sel tumor sudah memasuki stromatak lebih dari 3 mm dan sel tumor tidak terdapat di dalam pembuluh limfe atau pembuluh darah.
Tingkat IB occ : ( IB yang tersembunyi), secara klinis tumor belum tampak sebagai carcinoma tetapi pada pemeriksaan histologik ternyata sel tumor telah mengadakan invasi stroma melebihi IA
Tingkat IB : secara klinik sudah diduga adanya tumor yang secara histologik menunjukkan invasu ke dalam stroma cervix uteri
Tingkat II : proses keganasan sudah keluar dari cervix uteri dan menjalar ke 2/3 bagian atas vagina dan atau ke parametrium, tetapi tidak sampai mencapai dinding panggul
Tingkat IIA : penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari infiltrasi tumor
Tingkat IIB : penyebaran ke parametrium, uni atau bilateral tetapi belum sampai ke dinding panggul
Tingkat III : penyebaran telah sampai ke 1/3 distal vagina atau ke parametrium sampai ke dinding panggul
Tingkat IIIA : penyebaran telah sampai ke 1/3 distal vagina sedangkan penyebaran ke parametrium tidak dipermasalahkan, asal tidak sampai ke dinding panggul
Tingkat IIIB : penyebaran sudah sampai ke dinding panggul, tidak ditemukan daerah bebas infiltrasi antara tumor primer dengan dinding panggul (frozen pelvic) atau proses pada tingkat klinis I dan II tetapi sudah didapatkan gangguan faal ginjal
Tingkat IV : proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan bagian mukosa rectum dan atau vesica urinaria (dapat dibuktikan sevara histologik) atau telah terjadi metastasis keluar panggul atau ke tempat – tempat yang jauh
Tingkat IVA : proses telah keluar dari panggul kecil atau sudah menginfiltrasi mukosa rectum dan atau vesica urinaria
Tingkat IVB : telah terjadi penyebaran jauh.

Pemeriksaan Penunjang
Perubahan prekanker cervix dan kanker cervix tak dapat terlihat dengan mata telanjang. Test dan peralatan khusus diperlukan untuk mengetahui kondisi tersebut. Sceening dengan Pap smear untuk prekanker dan kanker, tapi tidak memberikan diagnosis final. Jika perubahan abnormal ditemukan, biasanya cervix diperiksa secara cermat. Ini disebut colposcopy. Bagian jaringan diambil sedikit secara bedah (biopsy) selama prosedur dilakukan dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Test lain seperti : kuretase endoservikal (ECC) dan cone biopsy. Jika wanita di diagnosa dengan Carcinoma Cervix, health care provider akan memberikan lebih banyak test untuk mengetahui seberapa jauh kanker menyebar. Yang termasuk test ini seperti : CT scan, cystoscopy, MRI, foto thorax, intravenous pyelogram (IVP). 3

Komplikasi
Beberapa tipe Carcinoma Cervix tidak memberi respon terhadap pengobatan
Kanker dapat residif setelah pengobatan
Operasi dan radiasi dapat menyebabkan masalah seksual, fungsi bowel dan bladder. 3

Prognosis
Beberapa faktor dapat mempengaruhi outcome dari Carcinoma Cervix, seperti : tipe kanker, stadium penyakit, usia dan kondisi fisik secara umum pada wanita bersangkutan. Kondisi pre-kanker dapat sembuh sempurna bila di lakukan follow up dan terapi yang cermat. Kemampuan bertahan selama 5 tahun ( 5 tahun survival rate) untuk kanker yang telah menyebar sampai ke dalam dinding cervix tapi tidak di luar area cervix sekitar 92 %. 3
PENCEGAHAN CARCINOMA CERVIX

1. Vaksinasi
Sekarang telah ditemukan vaksin baru untuk mencegah Carcinoma Cervix. Bulan Juni 2006, U.S. Food and Drug Administration menyetujui vaksin yang disebit Gardasil, yang mana mencegah infeksi melawan kedua macam tipe HPV yang bertanggung jawab terhadap mayoritas kasus Carcinoma Cervix. Penelitian memperlihatkan bahwa vaksin dapat mencegah stadium dini Carcinoma cervix dan Lesi pre-kanker. Gardasil merupakan vaksin pertama yang diakui dengan target khusus mencegah kanker tipe apapun. 3
Vaksinasi untuk mengatasi infeksi HPV lebih menjanjikan sebagai stategi terapi Carcinoma cervix. Sediaan vaksin HPV-16 dalam double blind study pada 2392 wanita mencegah infeksi virus secara komplit, dan tidak ada kasus HPV-16 yang berhubungan dengan CIN, terdapat pada wanita yang telah di vaksinasi. 1
Vaksin HPV saat ini tersedia untuk mencegah bentukan displasia atau neoplasia terkait HPV termasuk Carcinoma cervix uteri. Seri imunisasi ini, harus diselesaikan secara lengkap pada wanita muda usia 9 – 25 tahun. Preparat vaksin ini tentu saja tidak boleh diberikan pada pasien yang mendapat terapi immunosupresif (seperti sedang menerima radiasi serial, menggunakan preparat antineoplastik, atau sedang menggunakan kortikosteroid sistemik jangka panjang), karena dapat menyebabkan rendahnya respon immune terhadap vaksin, sehingga tidak terbentuk system immune protektif seperti yang diharapkan. 7

2. Pap Smear
Pemeriksaan Pap smear seharusnya dilakukan secara rutin pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan kelamin sampai berusia 65 tahun, dan Papsmear paling sedikit dilakukan sekali dalam setahun. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil bagian citologik pada canalis cervicalis dengan menggunakan spatula ayre. Syaratnya, dua hari sebelum pemeriksaan, wanita tersebut dilarang melakukan coitus maupun memasukkan obat – obatan ke dalam vagina. Waktu yang paling baik untuk melakukan pemeriksaan adalah beberapa hari setelah selesai menstruasi. 7

Gambar 3 : Pap smear
Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan ‘Pap Smear’ yang abnormal adalah 8 :
1. Unsatisfactory ‘Pap Smear’
Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter. Jika kasus ini terjadi sebaiknya pasien datang lagi untuk pemeriksaan ‘Pap Smear’ pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter.
2. Jika ada infeksi atau inflamasi
Kadang-kadang pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat di deteksi melalui pemeriksaan ‘Pap Smear’, biarpun pasien tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur’.
3. Atypia atau Minor Atypia
Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan ‘Pap Smear’ terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahim, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai ‘atypia’. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi pasien untuk melakukan ‘Pap Smear’ lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.
Dengan melakukan Pap smear secara teratur dapat membantu mendeteksi perubahan pre-kanker, yang dapat diterapi sebelum berubah menjadi Carcinoma cervix. Pap smear bekerja dengan baik untuk mengetahui perubahan, tapi tetap harus dilakukan secara regular. Pemeriksaan pelvis secara teratur, termasuk Pap smear, harus dimulai saat wanita menjadi aktif secara seksual, atau usia 20 tahun pada wanita yang tidak aktif secara seksual. Jika perubahan abnormal terlihat, harus dilakukan pemeriksaan colposcopy dengan biopsy. 3
Akurasi Pap smear sekitar 90 – 95 % dapat mendeteksi lesi awal seperti CIN tapi sensitivitas kurang dalam mendeteksi kanker saat ditemukan kanker invasive atau massa fungi. Inflamasi, nekrosis, hemoragis dapat menghasilkan hasil positif palsu, dan dapat dilakukan colposcopic-directed biopsy pada lesi apapun yang terlihat pada cervix, tidak perduli apapun yang ditemukan pada Pap smear. American Cancer Society merekomendasikan bahwa wanita setelah onset aktivitas seksual, atau usia lebih dari 20 tahun, harus melalukan smears tiap tahun berturut – turut. Jika didapatkan hasil negatif, smear harus diulang setiap 3 tahun. American College of Obstetrics and Gynecologic merekomendasikan Pap smear setiap tahun dengan pemeriksaan pelvis dan payudara rutin setiap tahun. Pap smear dapat dilaporkan normal (termasuk jinak, reaktif, perubahan reparative); Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance (ASCUS) atau tidak dapat dimasukkan dalam high grade SIL (ASC-H); low atau high grade CIN; atau malignancy. Wanita dengan ASCUS, ASC-H, atau low grade CIN harus mengulang smear dalam 3 sampai 6 bulan dan dilakukan test untuk HPV. Wanita dengan high grade CIN atau malignancy, Pap smear harus dengan colposcopic directed cervical biopsy. Colposcopy merupakan sebuah teknik menggunakan mikroskop binocular dan asam asetat 3 % diberikan pada cervix dimana pada daerah abnormal terlihat warna putih dan dapat di biopsy secara langsung. Cone biopsy masih digunakan saat dicurigai tumor endocervical, colposcopy tidak adekuat, biopsy memperlihatkan carcinoma mikroinvasif, atau saat ditemukan perbedaan hasil Pap smear dengan colposcopic. Pada beberapa pasien, Cone biopsy sendiri dapat digunakan sebagai terapi pada CIN, meskipun eksisi elektrokauter radikal sebenarnya sudah cukup. 1

Gambar 4 : cervical biopsy
3. Lain – lain
Melakukan sex secara aman (menggunakan kondom) juga menurunkan risiko HPV dan penyakit menular seksual lainnya. Untuk menurunkan risiko Carcinoma Cervix, wanita harus membatasi jumlah pasangan seksualnya dan menghindari pasangan yang memiliki aktivitas seksual risiko tinggi. 3

PENGOBATAN CARCINOMA CERVIX

Pengobatan Carcinoma Cervix tergantung dari stadium kanker, ukuran dan bentuk tumor, usia dan kesehatan umum wanita teresbut, dan keinginan memiliki anak di kemudian hari. 3

1. Tindakan Operasi
Carcinoma cervix stadium awal dapat disembuhkan dengan membuang atau menghancurkan jaringan pre-kanker atan kanker. Ada beraneka ragam cara operasi untuk dilakukan tanpa membuang uterus atau menghancurkan cervix, jadi wanita tersebut masih dapat memiliki anak. Tipe operasi pada stadium awal, seperti 3 :
LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure)
digunakan elektrik untuk membuang jaringan yang abnormal.
Cryotherapy
Membekukan sel abnormal
Terapi Laser
Menggunakan cahaya untuk membakar jaringan abnormal.
Bilateral Salpingo-Oophorektomy
Ovarium dan tuba fallopi juga dapat dibuang (bilateral salpingo-oophorektomy), tapi jika dimungkinkan, hal itu tidak dilakukan pada wanita muda karena dapat menyebabkan menopause dini. Operasi lebih sering dilakukan daripada radioterapi pada wanita muda, radioterapi pada pelvis menghentikan kerja dari ovarium dan menyebabkan menopause dini. 11
Hysterektomi
Hysterektomi (membuang uterus tapi ovarium tidak dibuang) merupakan strategi terapi yang jarang dilakukan pada carcinoma cervix yang tidak metastase. Dapat dilakukan pada wanita yang mendapat prosedur LEEP ulangan. Walaupun, pada penyakit stadium lanjut, hysterectomy dapat dilakukan. Tipe hysteketomy ini dengan membuang uterus dan banyak jaringan sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening internal dan bagian atas vagina. Pada operasi yang lebih ekstrim, disebut pelvic exenterasi, semua organ dalam pelvis, termasuk vesica urinaria dan rectum, dibuang. 3
Operasi umumnya hanya dilakukan pada Carcinoma cervix stadium awal. Tujuan dilakukannya operasi adalah untuk membuang penyakit tersebut sebanyak mungkin, tetapi hal itu tidak dilakukan jika tidak semua kanker dapat dibuang saat operasi. Kanker yang kemungkinan besar berada dalam kelenjar getah bening tidak dapat diterapi dengan operasi. Ada beberapa macam tipe operasi yang berbeda. Stadium IA awal, tumor dapat diterapi hanya dengan hysterectomy (membuang uterus dan cervix). Stadium IA lanjut, stadium IB, dan kadang – kadang stadium IIA, tumor dapat diterapi dengan histerektomi yang lebih luas dengan limfadenektomi (prosedur membuang kelenjar getah bening dalam pelvis). Tergantung dari jumlah penyakit, jaringan sekitar uterus juga dibuang, baik itu bagian dari vagina maupun tuba fallopi. Satu keuntunngan operasi ini pada wanita muda adalah kadang ovarium ditinggal, jadi mereka tidak mengalami menopause pada usia dini. Stadium yang lebih tinggi biasanya diterapi dengan radiasi dan khemoterapi, tapi kadang operasi dilakukan jika Carcinoma cervix kembali lagi setelah dilakukan terapi. 2
Trachelectomi
Untuk beberapa wanita dengan carcinoma cervix sangat dini, dapat dimungkinkan untuk dilakukan Trachelectomy. Pada tipe operasi ini, cervix dan bagian atas vagina dibuang, tapi ada bagian uterus yang disisakan. Kelenjar getah bening dalam pelvis juga dibuang, biasanya dengan insisi kecil pada kulit abdominal yang disebut keyhole surgery. 11
Karena uterus tidak dibuang, trachelectomy memungkinkan pasien untuk memiliki anak. Selama kehamilan, jahitan dibuat pada bagian bawah uterus untuk membuat uterus tetap tertutup. Terdapat kemungkinan besar terjadi keguguran selama prosedur ini, dan bayi akan dilahirkan secara sectio cecaria. Tipe operasi ini tidak umum dilakukan dan hanya dilakukan pada sedikit Rumah Sakit di Inggris. 11
Exenterasi Pelvis
Jika setelah pengobatan inisial, kanker kembali dalam daerah pelvis, dapat dimungkinkan dilakukan operasi yang disebut Exenterasi Pelvis. Exenterasi pelvis merupakan operasi drastik yang melibatkan semua struktur dalam pelvis, dimana uterus, cervix, tuba fallopi, ovarium, vagina, vesica urinaria, rectum dan bagian dari colon dibuang. Operasi ini tidak umum dilakukan, tapi kadang – kadang dilakukan pada kanker yang rekuren. 2,11
Bagian operasi ini dengan membuat dua lubang (stoma) pada dinding abdominal. Ini dilakukan karena operasi juga membuang vesica urinaria dan rectum, dan diperlukan dua kantong stoma, satu untuk hasil peristaltic usus, satu untuk urine. Stoma ini disebut colostomy dan urostomy. Operasi ini juga melibatkan membuat atau rekonstruksi vagina baru. 11

2. Radioterapi
Radiasi dapat digunakan untuk terapi kanker yang telah menyebar di luar pelvis, atau kanker yang rekurens. Terapi radiasi untuk Carcinoma cervix juga berasal dari sumber eksternal (radiasi sinar eksternal) atau dari sumber internal (brachytherapy). 3
A. Terapi Radiasi Internal
Radiasi internal menggunakan bahan yang diisi material radioaktif, yang diletakkan dalam vagina di sebelah carcinoma cervix. Bahan radioaktif tersebut dibuang bila pasien pulang ke rumah. 3
Mesin, biasanya selectron, diisi dengan bola metal radioaktif kecil dalam tube. Tube tersebut ditempatkan selama 1 atau 2 hari. Bola radioaktif akan kembali masuk ke dalam mesin bila ada orang yang masuk ke dalam kamar radiasi. Hal ini untuk menjaga dosis radioaktivitas terhadap pengunjung dan perawat seminimal mungkin. 12
Brachytherapy (yang juga disebut irradiasi intracavitas), yang mana ahli onkologis radiasi melakukan pengulangan dosis radiasi pada tumor tersebut. Tindakan ini ditambahkan untuk menghancurkan tumor. Terapi ini dilakukan dengan memasukkan hollow, pipa/tube yang terbuat dari metal dengan 2 peluru/cartridge berbentuk telur ke dalam vagina. Kemudian sumber radioaktif kecil diletakkan dalam tube dan cartridge. Komputer telah mengkalkulasi berapa lama sumber radioaktif tersebut berada disana, tapi biasanya apa yang disebut dengan low dose rate (LDR) Brachytherapy, dimana sumber bertahan beberapa hari. Prosedur ini dilakukan di Rumah Sakit, karena selama beberapa hari pasien harus berada di tempat tidur. Tipe brachytherapy yang lain, yang disebut high dose rate (HDR) brachytherapy, memerlukan sumber lebih kuat yang hanya bertahan beberapa menit. Meskipun pilihan ini terdengan lebih baik untuk pasien, masih diperdebatkan mana yang lebih efektif dan beberapa institusi mendukung satu dengan yang lainnya. 2,10
Bila telah selesai, tube akan dibuang oleh dokter atau perawat dan ini mungkin akan terasa sedikit tidak mengenakkan. Analgetika akan diberikan sebelum hal itu dilakukan. Kadang sedasi atau gas dan udara (entonox) diberikan agar lebih memudahkan bagi pasien. 12
Pada beberapa departemen Radioterapi, menggunakan implant yang mengandung radioaktivitas dengan dosis yang lebih tinggi (microselectron) dan hanya diletakkan beberapa menit saja. Pengobatan yang lebih singkat ini dapat diulang beberapa kali, beberapa hari terpisah, dan dapat diberikan baik pada pasien rawat inap ataupun pasien rawat jalan. Pengobatan jenis ini tidak memerlukan tube (cateter) pada vesica urinaria untuk mengalirkan urine, tapi cateter diperlukan saat gambar x-rays diambil selama perencanaan pengobatan. 12

B. Terapi Radiasi Eksternal
Radiasi eksternal dengan radiasi sinar dari mesin yang diarahkan ke bagian tubuh dimana terdapat kanker. Terapi ini mirip dengan x-ray. 3
Terapi radiasi sinar eksternal mengharuskan pasien datang ke pusat pengobatan terapi radiasi 5 hari dalam seminggu selama lebih dari 6 – 8 minggu. Pengobatan hanya memerlukan waktu beberapa menit, dan tidak merasakan sakit. Dengan seluruh Carcinoma cervix di atas stadium IB, pendekatan standar dengan radioterapi adalah dengang menggabungkan radiasi sinar eksternal dengan Brachytherapy internal. 2, 10, 12
Radioterapi eksternal normal diberikan pada pasien rawat jalan, satu seri pengobatan singkat dalam sehari pada departemen radioterapi Rumah Sakit. Sinar–X energi tinggi diberikan secara langsung dari mesin pada daerah dimana kanker berada. Pengobatan biasanya diberikan mulai hari Senin sampai Jum’at, dan istirahat pada akhir pekan. Jumlah pengobatan tergantung dari tipe dan ukuran kanker, tapi seluruh rangkaian pengobatan untuk kanker stadium dini biasanya akan berakhir dalam beberapa minggu. 12
Selama pengobatan radioterapi, pasien akan diperiksa darahnya secara regular dan bila anemis, pasien mungkin memerlukan transfuse darah. 12

Gambar 5 : Posisi pada mesin Radioterapi
Terapi dengan radiasi telah terbukti sangat efektif dalam mengatasi carcinoma cervix. Terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi (mirip dengan sinar-x) untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi merupakan pilihan lain di samping operasi untuk stadium awal carcinoma cervix; dan saat stadium lanjut Carcinoma cervic perlu untuk diterapi, hal tersebut biasanya dilakukan dengan terapi radiasi. Operasi dan radiasi memperlihatkan pengobatan yang equivalent untuk stadium awal Carcinoma cervix, dan radiasi membantu menghindari operasi pada pasien yang sangat parah yang berisiko terhadap anesthesia. Radiasi memiliki keuntungan yang memungkinkan untuk mengobati semua penyakit dalam lapangan radiasi; demikian juga kelenjar getah bening dapat diobati sebaik pada tumor primer pada sumber terapi yang sama. 2
Penggunaan lain radiasi adalah sebagai terapi paliatif – mengingat pasien dengan kasus Carcinoma cervix stadium lanjut, dengan sungguh – sungguh mengurangi rasa sakit dan gejalanya daripada berusaha untuk menyembuhkan penyakit mereka. Kadang wanita dengan kanker stadium awal mendapat tindakan operasi, tapi melihat hasil setelah operasi, menjadi lebih cenderung untuk dilakukan radiasi. Akhirnya, radiasi sering dikombinasikan dengan khemoterapi (3).

3. Khemoterapi
Khemoterapi menggunakan obat – obatan anti-kanker (citotoksik) untuk membunuh sel kanker. Terdapat beberapa macam obat khemoterapi yang dapat digunakan untuk pengobatan Carcinoma cervix. Yang paling sering digunakan adalah Cisplatin dan obat ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat khemoterapi yang lain. Beberapa obat lain yang digunakan untuk khemoterapi untuk carcinoma cervix termasuk 5-FU, Carboplatin, Ifosfamide, Paclitaxel, dan Cyclophosphamide. Kadang radiasi dan khemoterapi digunakan sebelum atau sesudah operasi. (2) (4)
Khemoterapi sering digunakan dengan radioterapi untuk membuat radioterapi lebih efektif. Ini disebut Khemoradioterapi. Ini berdasarkan pertimbangan bahwa khemoterapi menyebabkan Carcinoma cervix lebih sensitif terhadap efek radioterapi. Biasanya khemoterapi diberikan satu kali seminggu selama rangkaian radioterapi. (4)
Khemoterapi kadang digunakan sebelum operasi atau radioterapi, untuk mengerutkan kanker dan membuat pengobatan lebih efektif. Rangkaian terapi ini disebut Neo-Adjuvant Khemoterapi. (4)
Walaupun faktanya tumor dibuang dengan operasi atau diterapi dengan radiasi, selalu ada risiko untuk rekurensi karena mungkin terdapat sel kanker yang mikroskopik yang tertinggal di dalam tubuh. Dalam tujuan untuk mengurangi risiko rekurensi, pasien sering ditawarkan untuk khemoterapi. Khemoterapi adalah penggunaan obat anti-kanker yang berefek pada seluruh tubuh. Secara praktis, pasien dengan kondisi medis yang baik, dan menerima radiasi untuk stadium IIA atau stadium lanjut Carcinoma cervix akan ditawarkan khemoterapi sebagai tambahan pada radiasi. Hal itu mungkin ditawarkan pada pasien stadium awal tergantung dari kasus mereka. (3)
Terdapat beberapa obat khemoterapi yang berbeda, dan obat tersebut sering diberikan secara kombinasi untuk satu seri per bulan. Tergantung dari tipe regimen khemoterapi yang diterima, pasien akan mendapat mengobatan setiap minggu atau beberapa minggu; dan biasanya harus pergi ke klinik untuk mendapat khemoterapi karena beberapa obat harus diberikan secara intravena. Regimen yang paling banyak digunakan adalah Cisplatin, tapi obat lain seperti 5-FU hydroxyurea, ifosfamide, dan Paclitaxel juga dapat digunakan. Penggunaan khemoterapi ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian untuk setiap regimen. (3)

Pilihan Pengobatan berdasarkan Stadium :
Stadium 0 Cervical Cancer (Carcinoma in Situ)
Pengobatan untuk stadium O cervical cancer dapat terdiri atas :
• Loop electrosurgical excision procedure (LEEP).
• Laser surgery.
• Conisasi.
• Cryosurgery.
• Total hysterectomy untuk wanita yang tidak dapat atau tidak ingin memiliki anak
• Internal radiation terapi untuk wanita yang tidak dapat operasi
Stadium IA Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IA cervical cancer dapat terdiri atas:
• Total hysterectomy dengan atau tanpa bilateral salpingo-oophorectomy.
• Conisasi.
• Radical hysterectomy dan membuang lymph nodes.
• Internal radiation therapy.

Stadium IB Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IB cervical cancer dapat terdiri atas:
• Kombinasi internal radiation therapy and external radiation therapy.
• Radical hysterectomy dan membuang lymph nodes.
• Radical hysterectomy dan membuang lymph nodes diikuti dengan radiation therapy plus chemotherapy.
• Radiation therapy plus chemotherapy.
• clinical trial dengan dosis tinggi internal radiation therapy dikombinasikan dengan external radiation therapy.

Stadium IIA Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IIA cervical cancerdapat terdiri atas:
• Kombinasi internal radiation therapy dan external radiation therapy.
• Radical hysterectomy dan membuang lymph nodes.
• Radical hysterectomy dan membuang lymph nodes diikuti dengan radiation therapy plus chemotherapy.
• Radiation therapy plus chemotherapy.
• clinical trial dengan dosis tinggi internal radiation therapy dikombinasikan dengan external radiation therapy.

Stadium IIB Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IIB cervical cancer dapat terdiri internal dan external radiation therapy dikombinasikan dengan chemotherapy.

Stadium III Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium III cervical cancer dapat terdiri internal dan external radiation therapy dikombinasikan dengan chemotherapy.

Stadium IVA Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IVA cervical cancer dapat terdir internal dan external radiation therapy dikombinasikan dengan chemotherapy.
Stadium IVB Cervical Cancer
Pengobatan untuk stadium IVB cervical cancer dapat terdiri atas:
• Radiation therapy sebagai palliative therapy untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh kanker dan untuk memperbaiki kualitas hidup.
• Chemotherapy.
• Clinical trials dengan obat antikanker baru atau kombinasi obat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonymous. Cervix Cancer. Gynocologic Malignancies.Available From URL : http://www.health.am/cr/more/cervix-cancer/. Last Updated : May 23, 2006
2. Dolinsky, Christopher. Cervical Cancer: The Basics. Abramson Cancer Center of the University of Pennsylvania. Available From URL :
http://www.oncolink.com/types/article.cfm?c=6&s=17&ss=129&id=8226. Last Modified: July 17, 2006
3. Nanda, Rita. Cervical Cancer. Department of Medicine, Section of Hematology/Oncology, University of Chicago Medical Center, Chicago. Available From URL : http://www1.wfubmc.edu/cancer/Types+of+Cancer/Cervical+Cancer/. Last Updated : 6/9/2006
4. Mardjikoen, Prastowo. Tumor Ganas Alat Genital dalam Ilmu Kandungan Edisi Kedua. Editor : Hanifa Wiknjosastro. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta, 1999 : 380 – 8
5. Saksouk, Faysal A. Cervix cancer. eMedicine. Available From URL : http://www.emedicine.com/radio/topic140.htm. last Updated : February 16, 2007
6. Kania, dkk. Penanggulangan Kanker terpadu Paripurna Kal-Sel
7. Gracia AA. Cervical Cancer. eMedicine. Available From URL : http://www.emedicine.com/radio/topic140.htm. Last Updated : January 28, 2007
8. Yohanes, Riono . Kanker leher rahim.
Dept of Surgery Holywood Hospital. Available From URL : http://dokter.indo.net.id/serviks.html. Last Updated : 21 desember 1999
9. Anonymous. Cervical Cancer : Treatment. National Cancer Institute U.S. National Institutes of Health. Available From URL : http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/cervical/Patient/page5.Last Updated : February 27, 2007
10. Anonymous. Cervical cancer. MedicineNet.com. Available From URL : http://www.medicinenet.com/cervical_cancer/page5.htm. Last Updated : August 22, 2006
11. Anonymous. Surgery for Cervical Cancer. Cancerbackup. Available From URL : http://www.cancerbackup.org.uk/Cancertype/Cervix/Treatment/Surgery. Last Updated : February 19, 2007
12. Anonymous. Radiotherapy for Cervical Cancer. Cancerbackup. Available From URL : http://www.cancerbackup.org.uk/Cancertype/Cervix/Treatment/Radiotherapy. Last Updated : December 1, 2006
13. Anonymous. Chemotherapy for Cervical Cancer. Cancerbackup. Available From URL : http://www.cancerbackup.org.uk/Cancertype/Cervix/Treatment/Chemotherapy. last Updated : February 19, 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: